Jumat, 01 Februari 2013

Benalu...

Suatu hari, sebatang pohon Alpukat menikmati sejuknya udara sore. Tiba-tiba keasyikannya terusik oleh sapaan dari sebutir biji Benalu yang sedang diterbangkan angin kian kemari. "Selamat sore Alpukat," sapa Benalu. "Oh, kamu Benalu, selamat sore juga," balas Alpukat. "Wah Alpukat, sekarang kamu sudah besar, ranting-rantingmu banyak, daunmu lebat, buahmu besar-besar," puji Benalu. "Iya Benalu, itu karena akar-akar saya banyak dan rajin menghisap sari-sari makanan dari dalam tanah," kata Alpukat dengan bangga.

Kemudian Benalu melanjutkan, "Hampir sepanjang hari saya diterbangkan angin, rasanya badan saya capek sekali. Boleh tidak saya beristirahat di salah satu rantingmu, untuk satu malam saja?" Tanpa berpikir panjang Alpukat langsung mengabulkan permohonan sang Benalu. "Jangankan satu Benalu kecil, lima puluhpun saya masih tidak terasa," pikir Alpukat.

Maka sejak itu Benalu tinggal di pohon Alpukat dan tanpa disadari oleh Alpukat, Benalu semakin hari semakin besar dan beranak banyak. Suatu hari Alpukat melihat tubuhnya sudah kurus kering. Saat itulah Alpukat sadar bahwa Benalu sudah merugikan dirinya. Lalu Alpukat memutuskan untuk menyuruh benalu meninggalkan tubuhnya.

"Alpukat, semua akar-akar saya sudah tertancap di dalam tubuhmu. Jadi jangan pernah bermimpi kalau saya akan memenuhi permintaanmu", kata Benalu sambil tertawa. Semakin hari Alpukat semakin kurus dan akhirnya mati karena Benalu terus menghisap makanan dari tubuh Alpukat tanpa belas kasihan.

Sahabatku, sekarang ini banyak orang yang bertindak seperti Alpukat ini. Waktu dosa-dosa kecil datang menggoda dan hadir dengan segala daya tariknya, mereka tidak langsung menolaknya. Mereka pikir, "Ah itu hanya dosa kecil saja, tidak akan mempengaruhi keimanan saya. Saya akan tetap rajin berdoa."Sikap ini memberikan celah kepada iblis sehingga dia punya hak yang sah untuk masuk di dalam kehidupan kita dan terus menjalankan rencananya untuk menjatuhkan kita ke dalam dosa yang semakin dalam.
Terbukti bahwa setiap orang yang meremehkan dosa yang kecil sekalipun, akan terjerat oleh dosa yang lebih besar lagi. Satu hal yang harus kita ingat, kalau hari ini kita melakukan satu dosa kecil, dosa kecil tersebut makin lama akan menjadi besar dan melahirkan dosa-dosa lain karena salah satu sifat dosa adalah melahirkan dosa.
Hal itu bisa terjadi karena iblis akan terus mengarahkan kita melakukan dosa yang semakin dalam dan mengikat.

Sahabatku, mari kita semua introspeksi diri, apakah saat ini ada benalu-benalu dosa yang melekat di dalam hidup kita? Jika saat ini kamu menyadari ada dosa yang saat ini menempel dan mengikat hidupmu, aku mau ingatkan ini saatnya yang tepat untuk mengakhiri semua dosa itu! Jangan beri celah lagi untuk iblis menghancurkan hidupmu melalui dosa. Mari kita ambil keputusan yang tepat untuk memutuskan semua ikatan dosa itu.

Jika kamu mau mengambil keputusan untuk melepaskan ikatan dosa di dalam hidupmu, mari kita bersatu di dalam doa...

Bapaku di dalam Surga, aku datang kedalam hadiratMu untuk meminta pengampunan untuk dosa-dosa yang selama ini telah aku lakukan. Aku mau mengakui semua dosa-dosaku...( sebutkan semua dosa yang kamu telah lakukan dan kamu mau lepaskan) Aku mengakui semuanya dan minta pengampunanMu. Saat ini aku mau ambil komitmen untuk lepas dari semua dosa-dosa itu di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. aku perlu tuntunanMu Tuhan, sehingga aku tidak kembali melakukan dosa dan mendukakan hatiMu. Terima kasih Tuhan untuk semua kasih setiaMu kepadaku, aku mau mempunyai hidup yang baru di dalamMu.Dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa, Haleluya, Amien.

Biarlah doa ini menjadi bukti komitmenmu kepada Tuhan, lakukan di dalam ketaatan dan mulailah jadi pribadi yang baru, pribadi yang menyenangkan hati Tuhan.

"Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni."
( 2 Timotius 2:22 )

"Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan."
( 1 yohanes 1:9 )