Benalu...
Suatu hari, sebatang pohon Alpukat menikmati sejuknya udara sore.
Tiba-tiba keasyikannya terusik oleh sapaan dari sebutir biji Benalu yang
sedang diterbangkan angin kian kemari. "Selamat sore Alpukat," sapa
Benalu. "Oh, kamu Benalu, selamat sore juga," balas Alpukat. "Wah
Alpukat, sekarang kamu sudah besar, ranting-rantingmu banyak, daunmu
lebat, buahmu besar-besar," puji Benalu. "Iya Benalu, itu karena
akar-akar saya banyak dan rajin menghisap sari-sari makanan dari dalam
tanah," kata Alpukat dengan bangga.
Kemudian Benalu
melanjutkan, "Hampir sepanjang hari saya diterbangkan angin, rasanya
badan saya capek sekali. Boleh tidak saya beristirahat di salah satu
rantingmu, untuk satu malam saja?" Tanpa berpikir panjang Alpukat
langsung mengabulkan permohonan sang Benalu. "Jangankan satu Benalu
kecil, lima puluhpun saya masih tidak terasa," pikir Alpukat.
Maka sejak itu Benalu tinggal di pohon Alpukat dan tanpa disadari oleh
Alpukat, Benalu semakin hari semakin besar dan beranak banyak. Suatu
hari Alpukat melihat tubuhnya sudah kurus kering. Saat itulah Alpukat
sadar bahwa Benalu sudah merugikan dirinya. Lalu Alpukat memutuskan
untuk menyuruh benalu meninggalkan tubuhnya.
"Alpukat, semua
akar-akar saya sudah tertancap di dalam tubuhmu. Jadi jangan pernah
bermimpi kalau saya akan memenuhi permintaanmu", kata Benalu sambil
tertawa. Semakin hari Alpukat semakin kurus dan akhirnya mati karena
Benalu terus menghisap makanan dari tubuh Alpukat tanpa belas kasihan.
Sahabatku, sekarang ini banyak orang yang bertindak seperti Alpukat
ini. Waktu dosa-dosa kecil datang menggoda dan hadir dengan segala daya
tariknya, mereka tidak langsung menolaknya. Mereka pikir, "Ah itu hanya
dosa kecil saja, tidak akan mempengaruhi keimanan saya. Saya akan tetap
rajin berdoa."Sikap ini memberikan celah kepada iblis sehingga dia punya
hak yang sah untuk masuk di dalam kehidupan kita dan terus menjalankan
rencananya untuk menjatuhkan kita ke dalam dosa yang semakin dalam.
Terbukti bahwa setiap orang yang meremehkan dosa yang kecil sekalipun,
akan terjerat oleh dosa yang lebih besar lagi. Satu hal yang harus kita
ingat, kalau hari ini kita melakukan satu dosa kecil, dosa kecil
tersebut makin lama akan menjadi besar dan melahirkan dosa-dosa lain
karena salah satu sifat dosa adalah melahirkan dosa.
Hal itu bisa terjadi karena iblis akan terus mengarahkan kita melakukan dosa yang semakin dalam dan mengikat.
Sahabatku, mari kita semua introspeksi diri, apakah saat ini ada
benalu-benalu dosa yang melekat di dalam hidup kita? Jika saat ini kamu
menyadari ada dosa yang saat ini menempel dan mengikat hidupmu, aku mau
ingatkan ini saatnya yang tepat untuk mengakhiri semua dosa itu! Jangan
beri celah lagi untuk iblis menghancurkan hidupmu melalui dosa. Mari
kita ambil keputusan yang tepat untuk memutuskan semua ikatan dosa itu.
Jika kamu mau mengambil keputusan untuk melepaskan ikatan dosa di dalam hidupmu, mari kita bersatu di dalam doa...
Bapaku di dalam Surga, aku datang kedalam hadiratMu untuk meminta
pengampunan untuk dosa-dosa yang selama ini telah aku lakukan. Aku mau
mengakui semua dosa-dosaku...( sebutkan semua dosa yang kamu telah
lakukan dan kamu mau lepaskan) Aku mengakui semuanya dan minta
pengampunanMu. Saat ini aku mau ambil komitmen untuk lepas dari semua
dosa-dosa itu di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. aku perlu tuntunanMu
Tuhan, sehingga aku tidak kembali melakukan dosa dan mendukakan hatiMu.
Terima kasih Tuhan untuk semua kasih setiaMu kepadaku, aku mau mempunyai
hidup yang baru di dalamMu.Dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa,
Haleluya, Amien.
Biarlah doa ini menjadi bukti komitmenmu
kepada Tuhan, lakukan di dalam ketaatan dan mulailah jadi pribadi yang
baru, pribadi yang menyenangkan hati Tuhan.
"Sebab itu jauhilah
nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai
bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang
murni."
( 2 Timotius 2:22 )
"Jika kita mengaku dosa kita,
maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa
kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan."
( 1 yohanes 1:9 )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar